Desa Daun

Kec. Sangkapura
Kab. Gresik - Jawa Timur

Artikel

ASAL USUL TERBENTUKNYA POKMASWAS HIJAU DAUN DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM DI PULAU BAWEAN

Admin Desa

31 Mei 2023

351 Kali dibuka

desa daun merupakan desa yang dikaruniai tanha yang subur, sehingga di desa ini banyak ditemukan berbagai macam tumbuhan. banyak pohon besar yang ditemukan di desa daun, sisa bongkahan batang kayu yang ada disini adalah bukti bahwa desa daun dahulunya mempunyai pohon-pohon yang besar dan rindang. selain itu, desa daun juga dikaruniai hamparan pesisir yang luas dan kaya akan tumbahan bakau. luas lahan bakau di desa daun mencapai sekitar 15 hektar, terdapat 8 jenis tumbuhan bakau yang sudah diketahui dan masih ada beberapa yang belum diketahui jenisnya.

masyarakat desa daun banyak yang memanfaatkan pohon bakau karena pada saat itu kondisi hutan masih sangat lebat dan besar. masyarakat memanfaatkannya sebagai kayu bakar, alat pertanian, hiasan rumah, dan kayunya dijual untuk menambah kebutuhan ekonomi mereka. akibat dari pemanfaatan yang berlebihan, hutan bakau menjadi hampir punah. dengan kondisi tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan termasuk terjaddinay abrasi pantai. berawal dari tahun 1998 tanda-tanda abrasi mulai muncul, kemudian pada tahun 2004 menyebabkan sekitar 43 hektar lahan sawah para petani terendam air laut sehingga tidak bisa dikelola. selain itu masyarakat juga melakukan kegiatan penangkapan ikan di sekitar perairan hutan bakau dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti potasium dan obat-obat berbahaya lainnya.

abrasi pantai pada tahun 1998 menyebabkan masyarakat desa daun mulai resah, dari kejadian tersebut memicu beberap tokoh masyarakat untuk menyadarkan masyarakat untuk melestarikan kembali pesisir pantai. beberapah tokoh tersebut melakukan gerakan untuk mengatasi masalah yang terjadi. diantaranya adalah pelarangan penebangan pohon bakau, menjaga hutan bakau yang masih tersisa, dan melakukan penanaman kembali dibantu oleh masyarakat.

meskipun sudah ada pelarangan penebangan pohon bakau, masih ada masyarakat yang melakukan penebangan secara diam-diam. oleh karena itu pada tahun 2008 terbentuklah komunitas pemuda yang belum memiliki nama untuk menjaga hutan bakau. kemudian pada tahun 2013 secara resmi komunitas tersebut dibentuk oleh dinas kelautan dan perikanan provinsi jawa timur dan diberi nama POKMASWAS (Kelompok Mayarakat Pengawas) Hijau Daun yang didukung penuh oleh kepala desa beserta aparatnya dan tokoh masyarakat.

pokmaswas hijau daun banyak melakukan kegiatan dalam melestarikan alam. beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah melakukan penanaman pohon bakau, edukasi kepada masyarakat sekitar serta anak-anak sekolah, pembersihan sekitar area pohon bakau, dan sosialisasi kepada nelayan untuk tidak menggunakan bahan berbahaya dalam melakukan penangkapan ikan. kelompok ini juga berusaha kreatif untuk mengembangkan potensi daerahnya. berkat kekompakan dan kekreatifan dalam kegiatan yang dilakukan, pada tahun 2017 kelompok ini dinyatakan layak untuk mengikuti lomba dibidang pelestarian sumberdaya perairan. akhirnya kelompok ini memberanikan diri mewakili kabupaten gresik untuk mengikuti lomba tingkat provinsi. hasil dari kerja keras kelompok selama ini telah membuahkan hasil dalam lomba tersebut dengan mendapat juara 1 tingkat provinsi jawa timur yang di adakan oleg dinas kelautan dan perikanan provinsi jawa timur.

tanpa disangka alam yang dijaga telah membuahkan hasil yang bisa dikenal oleh masyarakat sehingga menjadi ekowisata yang berbasis masyarakat ini disenangi oleh wisatawan baik dalam maupun luar pulau bawean. kami sadar bahwa apa yang kami lakukan selama ini tidak akan mengembalikan alam seperti semula, tapi paling tidak apa yang kita lakukan bisa mengurangi kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi. pokmaswas hijau daun hingga saat ini semakin berkembang. apa yang telah dicapai oleh kelompok ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan instansi yang terkait yang terkait terutama kepala desa daun beserta aparat dan tokoh masyarakat, DKP Provinsi Jawa Timur, DKP Kabupaten Gresik, dan PT. PJB UP Gresik. Oleh karena itu, dari pokmaswas hijau daun menyampaikan ribuan terimakasih atas semua pihak yang berkontribusi dalam melestarikan pesisir pantai dan laut desa daun sehingga menjadi ekowisata yang berkelanjutan. semoga kegiatan ini menjadi motivasi kepada semua masyarakat betapa pentingnya menjaga kelesatrian alam dan lingkungan.

writer: boyan sea

Komentar yang terbit pada artikel "ASAL USUL TERBENTUKNYA POKMASWAS HIJAU DAUN DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM DI PULAU BAWEAN"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

AHMAD AFANDI, S.P.

Sekretaris Desa

SYAHIDAN, S.Ag.

Kaur Keuangan

UYUNUR RIZKI AMALIYAH, S.H.

Kasi Kesejahteraan

NURHAYATI

Kaur Perencanaan

JANGKI DAUSAT

Kaur Tata Usaha dan Umum

NI'MATUL WAFIRAH, S. Pd

Kasi Pelayanan

ASKARI

Kasi Pemerintahan

RAEWAL

Kasun Langcabur

SYAMSI

Kasun Daun Barat

HERMAN

Kasun Gununglaok

IMRAN

Kasun Kalimalang

YA'KUB

Kasun Alastimur

MUHAMMAD IMRAN

Kasun Daun Laut

BAHRUL KAMAL, S. Pd

Kasun Daun Timur

SYUKRAN KHALID

Kasun Daun Iliran

MOHAMMAD ALWANI, S.H.

Staff Keuangan

NAJIHA, S.H.

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Daun

Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Peta Desa

JAM KERJA

Hari Mulai Selesai
Senin 07:30:00 16:00:00
Selasa 07:30:00 16:00:00
Rabu 07:30:00 16:00:00
Kamis 07:30:00 16:00:00
Jumat 07:30:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Menu Kategori

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-8.2112439
Longitude:111.6541483

Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa